Google+ Followers

Senin, 03 Desember 2012

MEKANISME REM

MEKANISME SISTEM REM

A.    Mekanisme Rem
Suatu kendaraan memerlukan suatu mekanisme yang dapat mengatur  atau menghentikan kendaraan, mekanisme ini sangat penting sehingga pengemidi dapat mengintrol laju kendaraan saesuai dengan kondisi.Rem berfungsi mengurangi kecepatan kendaraan atau menghentikan laju kendaraan, mekanisme gesekan antara komponen rem dengan roda yang berputar.
B.     Klasifikasi Rem
Rem dalam sebuah mobil dapat digolongkan menjadi:
1.      Rem berdasarkan letaknya.
2.      Rem berdasarkan pengguanaannya.
3.      Rem berdasarkan konstruksinya.
4.      Rem berdasarkan mekanisme kerjanya.
Penggolongan rem berdasarkan mekanisme kerja dapat digolongkan menjadi:
Ø  Rem Mekanik
Ø  Rem Hidrolis
Ø  Rem Angin
Ø  Rem Vacum
Ø  Rem Cakram
Dalam laporan ini, penulis akan menyampaikan penjelasan tentang perawatan dan perbaiak system remtromol hodroilis saja dikarenakan ketersediaan waktu.
C.    Rem Hidrolis
Rem hidrolis bekerja berdasarkan hokum pascal dimana apabila tekanan bekerja dalam zat cair dlam suatu bejana tertutup maka tekanan tersebut akan diteruskan kesegfala arah kebejana lain.Adapun proinsip dan komponen-komponen rem tromol yang dapat penulis sebutkan:
v  Prinsip Kerja Rem Hidrolis
Pada saat pedal diinjak minyak rem pada silinder rem akan tertekan keluar melalui nipel atau pipa rem menekan torak.Dengan tekanan torak oleh minyak rem lalu kesilinder rem menekan torak menggerakan sepatu rem menahan atau menghimpit tromol rem.Pada saat pedal rem dilepas, pegas sepatu rem menarik sepatu rem keposisi semula dan torak dalam silinder rem dan pipa-pipa rem lalang.
v  Komponen-kopmponen Rem Hidrolis
·         Pedal rem
·         Master silinder
·         Pipa penyalur minyak
·         Silinder roda
·         Tangki minyak
·         Pegas pengembali
·         Piston
·         Inlet valve
·         Outlet valve


D.    Master Silinder
Master silinder merupkan suatu bagian dari konstruksi rem hidrolis yang berfungsi meneruskan tekanan pedal rem menjadi tekanan minyak dalam suatu silinder melalui mekanisme gerak torak.Adapun cara kerja master silinder sebagai berikut:
Pada saat pedal rem ditekan /dinjak piston akan maju dan mengalirkan minyak ke tangki melalui saluuran didepan master silinder. Akibat tekanan ini maka tekanan minyak tinggi mengecilkan volume sehingga dapat mendorong katup inlet sampai menutup saluran tangki,inlet tertutup saluran minyak bertambah mik dan melalui ktup penggerak .jika pedal dilepas maka piston kembali keposisi semula akibatnya tekanan minyak mengecil dan terjadi kevakuman dalam piston.Akibatnya ,imyak akan tehisap batang mendorong tertarik katup inlet terbuka sehingga minyak kembali ketangki.
E.     Komponen-Komponen Rem Tromol
Adapun komponen-komponen rem tromol sebagai brikut:
v  Silinder Roda( Wheel Cylinder)
Berfungdsi untuk menekan sepatu rem ke tromol rem didalam silinder roda terpasang satu atau dua buah piston beserta seal tergantung pada konstruksinya adapun cara kerjanya adalah:
Bila pedal rem diinjak tekanan minyak rem dari master silinder disalurkan kesemua wheel silinder menekan pistn kearah luar ke brake soe / sepato rem . Bila dilepas maka brake shoe kembali keposisi semula kare ditari pegas.


v  Sepatu Rem (brake shoe)
Berfungsi untuk menahan putaran tromol rem melalui gesekan pada bagian luar brake shoe terbuat dari abses dengan tembaga atau campuaran plastic yang tahan panas.
v  Backing Plate
Berfungsi sebagai tumpuan untuk Manahan putaran tromol sekaligus sebagai dudukan cylinder roda.
v  Pegas Pengembali
Berfungsi untuk mengembalikan sepatu rem atau brake shoe keposisi semula pada saat tekanan pedal turun.
F.     Tipe Rem Tromol
Rem tromol pada dasarnya terbagi dalam lima model, tiap model prinsipnya berbeda satu sama lain
1.      Model Leading Trailing
Model ini sepatu primer dan sekunder dijamin silinder roda dengan dua piston dan di bagian bawahnya dijamin oleh pin. Pada saat tromol diputar, sepatu trailing cenderung menahan putaran tromol. Sepatu kiri disebut leading dan sepatu kanan disebut trailing. Kedua leading menahan pengereman yang sama di mana saat tromol berputar ke arah berlawanan maka leading shoe menjadi trailing shoe dan sebaliknya.

2.      Model Two Leading
Model ini pada bagian atas sepatu rem primer dan sepatu rem sekunder dilengkapi dengan sebuah silinder roda, dilengkapi juga dengan penyetel sepatu rem. Pada saat tromol berputar, kedua sepatu rem menjadi trailing. Jika putaran rem sebaliknya, maka sepatu rem menjadi trailing
3.      Model Dual Two Leading
Model ini dilengkapi dengan dua buah silinder roda yang dipasang di atas dan di bawah sepatu rem primer dan sekunder. Pada bagian ini baik maju maupun mundur kedua sepatu rem menjadi trailing.

4.      Model Uni Servo
Model ini dilengkapi dengan dua buah silinder roda di bagian atas dan di bagian bawah sepatu rem. Bagian atas memiliki satu piston dan silinder roda, sedangkan bagian bawah memiliki dua buah piston. Bila pedal rem ditekan, maka piston bergerak mendorong sepatu rem searah putaran tromol. Akibatnya diteruskan ke sepatu sekunder. Gerakan sepatu trailing dijaga silinder roda dan tenaga rem yang dihasilkan besar. Bila putaran rem terbalik, maka kedua sepatu rem akan menjadi trailing dan efek pengereman menjadi jelek.
5.      Model Duo Servo
Model ini dilengkapi dengan silinder roda yang memiliki dua piston. Tekanan dari silinder rem diseimbangkan oleh penyetel sepatu rem sehingga distribusi tekanan merata dan sepatu rem berfungsi sebagai leading walaupun gerakan tromol maju mundur.

FUNGSI DAN REM


FUNGSI SISTEM REM
Sistem rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan serta memberikan kemungkinan
dapat memparkir kendaraan di tempat yang menurun.


Sistem rem hidrolik,
dasar kerja pengereman
Rem bekerja dengan dasar
pemanfaatan gaya gesek

Tanaga gerak putaran
roda diubah oleh proses gesekan menjadi tenaga panas dan tenaga panas itu segera dibuang ke udara luar. Pengereman pada roda dilakukan dengan cara menekan
sepatu rem yang tidak berputar
terhadap tromol (brake drum)
yang berputar bersama roda sehingga menghasilkan gesekan
Tenaga gerak kendaraan akan dilawan oleh tenaga
gesek ini sehingga kendaraan dapat berhenti.

 Macam macam rem
Menurut penggunaannya rem mobil dapat dikelompokkan segai berikut :
a)Rem kaki, digunakan untuk mengontrol kecepatan dan menghentikan kendaraan. Menurut mekanismenya rem kaki dibedakan lagi menjadi :
Rem hidrolik
Rem pneumatik
b) Rem parkir digunakan terutama untuk memarkir kendaraan.
c) Rem pembantu, digunakan pada kombinasi rem biasa (kaki) yang
 digunakan pada truk dan kendaraan berat.

 Rem hidrolik
Rem hidrolik paling banyak digunakan pada mobil-mobil penumpang dan truk ringan.
Master silinder
Master silinder berfungsi meneruskan tekanan dari pedal menjadi tekanan hidrolik minyak rem untuk menggerakkan sepatu rem (pada model rem tromol) atau menekan pada rem (pada model rem piringan).

 Cara kerja master silinder
Bila pedal rem ditekan, batang piston akan mengatasi tekanan
pegas pembalik (return piston) dan piston digerakkan ke depan. Pada
waktu piston cup berada di ujung torak, compresating port akan
tertutup. Bila piston maju lebih jauh lagi, tekanan minyak rem di dalam silinder akan bertambah dan mengatasi tegangan pegas outlet
untuk membuka katup

 Bila pedal rem dibebaskan, maka piston akan mundur ke
belakang pada posisinya semula (sedikit di dekat inlet port) karena
adanya desakan pegas pembalik. Dalam waktu yang bersamaan katup
outlet tertutup. Ketika piston kembali, piston cup mengerut dan
mungkinkan minyak rem yang ada "di sekeliling piston cup dapat
mengalir dengan cepat di sekeliling bagian luar cup masuk ke sillnder,
hingga silinder selalu terisi penuh oleh minyak rem. Sementara itu
tegangan pegas-pegas sepatu rem atau pad rem pada roda bekerja
membalikan tekanan pada minyak rem yang berada pada pipa-pipa
untuk masuk kembali ke master silinder

Boster rem
Boster rem termasuk alat tambahan pada sistem rem yang berfungsi melipatgandakan tenaga penekanan pedal. Rem yang dilengkapi dengan boster rem disebut rem servo (servo brake).

 Boster rem
ada yang dipasang menjadi satu dengan master silinder, tetapi ada
juga yang dipasang terpisah.

memperlihatkan salah satu model boster rem yang menggunakan kevacuman mesin untuk menambah tekanan hidrolik.

Cara kerja boster rem
Bila pedal rem ditekan maka tekanan silinder hidrolik membuka
sebuah katup, sehingga bagian belakang piston mengarah ke luar
Adanya perbedaan tekan antara bagian depan dan belakang piston
mengaklbatkan torak terdorong ke depan.
Bagian depan piston yang menghasilkan tekanan yang tinggi ini dihubungkan 
dengan torak pada master silinder.
Bila pedal dibebaskan, katup udara akan menutup dan ber
hubungan lagi dengan intake manifold. Dengan terjadinya kevacum
yang sama pada kedua sisi piston, tegangan pegas pembalik mendesak
piston ke posisi semula.

 Katup pengimbang
Bila mobil mendadak direm maka sebagian besar kendaraan bertumpu pada roda depan. Oleh karena itu, pengereman roda depan harus Iebih besar karena beban di depan lebih besar daripada di belakang
Dengan alasan tersebut diperlukan alat pembagi tenaga pengereman yang disebut katup pengimbang (katup proporsional). Alat ini
bekerja secara otomatis menurunkan tekanan hidrolik pada silinder
roda belakang, dengan demikian daya pengereman roda belakang lebih
kecil daripada daya pengereman roda depan.

 Rem model tromol
Pada rem model tromol, kekuatan tenaga pengereman diperlukan
dari sepatu rem yang diam menekan permukaan tromol bagian dalam
yang berputar bersama-sama roda. yaitu backing plate, silinder roda, sepatu
rem dan kanvas, tromol, dan mekanisme penyetelan sepatu rem.

1) Backing plate
Backing plate dibaut pada rumah poros (axel housing) bagian belakang. Karena sepatu rem terkait pada backing plate maka aksi daya pemgereman bertumpu pada backing plate:.

 Silinder roda
Silinder roda yang terdiri atas bodi dan piston, berfungsi untuk
dorong sepatu rem ke tromol dengan adanya tekanan hidrolik dari master silindcr. Satu atau dua silinder roda digunakan pada tiap unit rem
(tergantung dari modelnya). Ada dua macam silinder roda, yaitu:
a) Model double piston, yang bekerja pada sepatu rem dari kedua
arah
b) Model single piston, yang bekerja pada sepatu rem hanya satu
arah

Sepatu rem dan kanvas
Kanvas terpasang pada sepatu rem dengan rem dikeling (untuk
kendaraan besar) atau dilem (untuk kandaraan kecil). Lihat

 4) Tromol rem.
Tromol rem yang berputar bersama roda Ietaknya sangat dekat
dengan kanvas. Tetapi saat pedal rem tidak diinjak, keduanya tidak saling bersentuhan.Memperlihatkan salah satu tipe tromol
rem yang disebut tipe leading-trailling shoe. Pada tromol rem tipe ini
bagian ujung bawah sepatu rem diikat oleh pin-pin dan bagian atas sepatu berhubungan dengan silinder roda. Silinder roda bertugas mendorong sepatu-sepatu ke arah luar seperti ditunjukkan tanda panah.

 Bila tromol rem berputar ke arah depan dan pedal rem diinjak,
sepatu rem akan mengembang keluar dan bersentuhan (bergesekan)
dengan tromol rem. Sepatu rem sebelah kiri (primary shoe) terseret
searah dengan arah putaran tromol, sepatu bagian kiri ini disebut
leading shoe.

Sebaliknya sepatu rem sebelah kanan (secondari shoe) bekerja mengurangi gaya dorong pada sepatu rem, disebut sebagai
trailling shoe. Bila tromol berputar ke arah belakang (kendaraan
mundur), leading shoe berubah menjadi trailling shoe dan trailling
shoe menjadi leading shoe. Tetapi pada saat maju maupun mundur
keduanya tetap menekan dengan gaya pengereman sama. .
e. Rem model cakram
Rem cakram (disk brake) pada dasarnya terdiri atas cakram yang
dapat berputar bersama-sama roda dan pada (bahan gesek) yang dapat menjepit cakram. Pengereman terjadi karena adanya gaya gesek dari pad-pad pada kedua sisi dari cakram dengan adanya tekanan dari piston-piston hidrolik.